Alasan paling utama mengapa Allah menciptakan manusia adalah agar mereka beribadah dan bertakwa kepada-Nya. Hal ini dapat dikatakan sebagai hak Allah yang harus dipenuhi oleh manusia. Dalil terkait alasan penciptaan manusia untuk beribadah tercantum dalam beberapa ayat Al-Quran, salah satunya adalah sebagai berikut.
Sebagaimana Allah SWT. telah berfirman dalam surat al-Anbiya ayat 69 yang artinya: Artinya : “Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim“ 3. Nabi Musa As. Untuk menjatuhkan keahlian para ahli sihir istana fir’aun. Allah memberikan mukjizat kepada nabi musa berupa tongkat yang menjelma menjadi ular.Ini merupakan suatu perpaduan yang luar biasa! Roh sempurna dan sejati -- Allah atas segala sesuatu, dan makhluk yang begitu kecil dan terbatas -- manusia. Walaupun demikian, kasih Allah terhadap manusia terputus karena kejatuhan manusia dalam dosa. Kisah ini akan dibahas pada kesempatan yang lain.
Saat Isa berkata demikian, semua tentara mundur dan jatuh ke tanah. Mengapa? Karena Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan mengatakan ego eimi, kemuliaan-Nya meliputi para tentara (Injil, Rasul Besar Yohanes 18:6). Isa adalah ‘Ehyeh, ego eimi, I Am, Akulah – yaitu Allah adanya. Ia meninggalkan surga untuk meraih keselamatan Rupanya asal-usul Nabi Isa membuat-Nya menjadi manusia berbeda. Ia mampu menang atas cobaan dosa. Kehidupan Nabi Isa penuh kuasa (Qs 3:49) Kehidupan Nabi Isa juga berbeda. Ia penuh dengan kuasa Allah. Ia melakukan banyak sekali mukjizat. Bahkan mampu membangkitkan orang mati. Jawab-Nya, “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang tengah-tengah awan-awan di langit” (Markus 14:61-64, Matius 26:63-68). Akibatnya Imam Besar mengoyakkan pakaiannya serta berkata, “Ia menghujat Allah!”. “Menghujat” karena salah satu gelar nabi Isa, dengan memakai gelar