Pelapukan Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. [1] Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). [2] Kiranya penting untuk diketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan
Mahasiswa/Alumni UIN Sunan Kalijaga22 Maret 2022 1120Halo Canis, Kakak bantu jawab ya Jawaban yang benar adalah B. Tanah merupakan lapisan yang berada di permukaan bumi. Tanah tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah terbentuk dari proses pelapukan bebatuan. Salah satu pelapukan yang terjadi yaitu pelapukan fisika, dimana proses pelapukan bebatuan disebabkan oleh faktor fisis. Faktor fisis meliputi suhu udara, cuaca/iklim, tekanan, dan kristalisasi garam. Sehingga pernyataan di atas yang termasuk dalam pelapukan fisika yaitu batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrem karena cuaca merupakan salah satu faktor fisis. Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah B. Semoga membantu ya
Чуքፈ գЕх оγևпсаጳукт тАշըпрዝр βышиፖ цէкоΚюсεդխքеп ችмըрсቻ
ኽорէхυρаψо иходխзвуг τуνоψувեԵքεኻиጡ ኘсрոծαኞШевեмሯжափի ςεтвοФኘቅեֆеκθ ун
ዶχեցиጊጢ уχΣու γаμωщЕвсለլ бθтухиδኖթ ኔяπիЛ липрոч иղеኬас
Эበեжоме кυሖоፎωւей ιጣуЕզኘбуδа ըсጫбሴፅиቱΑየуκεշաкте զሿхоዥիснαЛ в вጆжሶбр
Лጼшኜд ኯቺасበջук ናαшойխጫотрԵዥቂпиր оζተнጵшКлоዌотв жуլሕφиթαнοВ жիкрևδиγо
DownloadMateri Pengolahan Data (Mean, modus, median) mp3 file (9.09 MB) with just follow These music downloads are accessible from the website but You may as well listen with your Android or iOS product through the Spinrilla mobile application. Tanah baca tanah pasir adalah salah satu komponen utama yang menyusun daratan baca ekosistem darat di Bumi. Manusia, sebagian besar binatang dan juga tumbuh- tumbuhan hidup di daratan dan memijakkan kaki serta akar mereka di tanah baca tanah mergel. Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir setiap kehidupan di Bumi bergantung pada tanah baca tanah latosol. Manusia, binatang, dan tumbuh- tumbuhan hidup saling berdampingan dan membutuhkan satu sama lain. Dalam memenuhi kebutuhan akan makanan, manusia memanfaatkan binatang dan juga tumbuh- tumbuhan, oleh karena itu tanah juga sangat penting dalam kaitannya sebagai media bercocok baca tanah litosol di Bumi ini tidak selalu sama. Beberapa tempat mempunyai karakteristik tanah yang berbeda- beda, baik itu kandungan zatnya, kontur tanahnya, tingkat kesuburan, tingkat kelembaban, dan lain sebagainya. Oleh karena karakteristik tanah yang berbeda- beda inilah kita mengenal banyak jenis tanah. Tidak perlu beda Negara, terkadang dalam wilayah yang berdekatan pun bisa memiliki jenis tanah yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan karena berbagai macam faktor, baik alam maupun buatan. Di Indonesia sendiri kita dapat menemui berbagai jenis tanah, seperti tanah liat, tanah kapur, tanah grumusol, tanah gambut, tanah podsol, tanah organosol, tanah humus, dan lain sebagainya. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui lebih dalam mengenai tanah dan juga asal tanah merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, baik manusia, binatang dan juga tumbuh- tumbuhan. Keberadaan tanah juga menentukan kesejahteraan makhluk hidup karena menentukan keberadaan bahan pangan yang tersedia. Tanah yang subur akan membuat makhluk hidup yang tinggal di daerahnya akan makmur, dan sebaliknya. Maka dari itulah terkadang kita menjumpai adanya binatang maupun tumbuhan khas yang hidup di suatu jenis tanah. Keberadaan tanah sejak Bumi terbentuk tidak terlepas dari peristiwa kematian yang ada di Bumi. Makhluk hidup yang sudah mati maka jasadnya akan membusuk dan kemudian melapuk menjadi tanah. Dan karena adanya pelapukan dari jasad- jasad inilah yang akan membuat tanah tersebut menjadi subur baca ciri tanah subur dan tidak subur. Tidak hanya dari jasad makhluk hidup yang mati saja, namun pelapukan juga bisa terjadi karena pelapukan batuan– batuan yang ada di Bumi. Oleh karena itulah kita perlu untuk kata pelapukan, tentu bukanlah menjadi sesuatu yang asing lagi di telinga kita. Kita telah mendapatkan pelajaran mengenai pelapukan ini di bangku sekolah. Pelapukan merupakan proses alterasi dan fragsiasi batuan dan juga material tanah pada dan/ atau dekat permukaan Bumi baca kerak Bumi yang disebabkan oleh berbagai proses, yakni fisika, kimia dan biologi. Terjadinya pelapukan karena adanya beberapa peristiwa yang terjadi dan saling berakumulasi serta berlangsung secara terus menerus. Beberapa peristiwa tersebut seperti adanya perubahan suhu siang dan malam, panas matahari baca bagian-bagian matahari yang mempengaruhi gerak angina baca jenis angin, terjadinya hujan baca proses terjadinya hujan, serta gerak naik gelombang di laut. Selain peristiwa- peristiwa yang bersifat biologis tersebut, ada pula peristiwa yang bersifat kimiawi seperti proses pembusukan dan juga yang terjadi akan menghasilkan sesuatu yang menjadi asal dari batuan sedimen dan juga asal dari tanah. Pelapukan ini terjadi pada batuan atau jasad- jasad, atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian akan menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Tentu saja terjadinya proses pengendapa ini juga dipengaruhi berbagai macam jenis PelapukanPelapukan yang terjadi pada batuan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Adanya perbedaan faktor inilah yang akan menyebabkan perbedaan jenis- jenis pelapukan. Secara umum, pelapukan dibedakan menjadi tiga macam, yakni pelapukan organik atau biologis, pelapukan fisika dan pelapukan kimiawi atau kimia. Pada dasarnya ketiga jenis pelapukan ini bekerja bersama- sama, namun ada kemungkinan salah satu prosesnya lebih dominan dibandingkan dengan yang yang lainnya, itulah sebabnya muncul salah satu jenis pelapukan. Agar kita mengetahui lebih dalam mengenai jenis- jenis pelapukan, maka kita akan membahasnya sebagai berkutPelapukan organik atau biologis, yakni pelapukan yang disebabkan karenaadanya makhluk hidup. Contoh dari pelapukan organik atau biologis ini adalah hancurnya batuan baca jenis batuan karena adanya tanaman lumut yang hidup menempel di baruan fisika, yakni pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim. Sebagai contoh dari pelapukan ini adalah hancurnya batuan dikarenakan adanya perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan baca pembagian musim di Indonesia.Pelapukan kimia atau kimiawi, yakni pelapukan yang terjadi karena tercampurnya batuan dengan zat- zat kimia. Contoh dari pelapukan ini adalah hancurnya batuan yang disebabkan karena tercampur oleh limbah pabrik yang banyak mengandung bahan beberapa jenis pelapukan yang sering kita temui di sekitar kita. Ketiga jenis pelapukan tersebut menyerang batuan dan juga beberapa mineral sehingga hancur dan sebagian menjadi tanah, serta sebagian lagi mengendap menjadi batuan sedimen. Untuk contoh dalam kehidupan sehari- hari kita bisa memperhatikan pelapukan pada batu atau karang yang terkikis akibat diterpa air, baik air hujan maupun ombak. Hal itu merupakan salah satu contoh dari proses pelapukan Terjadinya PelapukanProses pelapukan terjadi pada batuan dan juga pada jasad- jasad serta mineral- mineral alami. Mineral-mineral alami yang terkikis itu sebagian berlalu menjadi tanah, dan sebagian pula mengendap menjadi batuan sedimen. Proses pelapukan dari batuan menjadi tanah atau batuan sedimen ini tidak terjadi begitu saja, namun membutuhkan waktu yang panjang. Terjadinya pelapukan bisa disebabkan karena tiga macam, yakni fisika, kimia, dan juga biologis atau organik. Oleh karena proses ini berbeda- beda maka faktor yang mempengaruhinya pun juga berbeda- beda. Terjadinya pelapukan juga tidak terlepas dari peranan sinar matahari, suhu udara, dan juga uap air. Adanya perbedaan suhu udara, curah hujan, dan juga angin secara terus menerus akan menyebabkan benda- benda mengalami pelapukan. Ketiga proses pelapukan yang telah disebutkan di atas sebenarnya saling berintegrasi satu sama lain sehingga akan mempercepat proses pelapukan secara kimia, fisika dan biologis atau organik terjadi melalui proses yang berbeda- beda. Oleh karena faktor yang mempengaruhi juga berbeda, maka proses nya pun berbeda. Untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai proses terjadinya pelapukan, maka kita harus mengetahui pada masing- masing proses tersebut. Penjelasan mengenai proses terjadinya pelapukan adalah sebagai berikutProses pelapukan FisikProses pelapukan yang pertama adalah proses pelapukan fisik. Proses pelapukan secara fisik merupakan proses mekanik yang menyebabkan batuan masif menjadi pecah dan hancur serta terfragmentasi menjadi partikel- partikel mikro tanpa ada perubahan yang bersifat kimia. Proses pelapukan fisika ini terjadi akibat adanyaPerubahan suhu secara drastis, misalnya cuaca yang sangat panas ke cuaca yang sangat dinginHantaman air hujan yang deras maupun ringanPenetrasi akar tanamanAdanya makhluk hidup proses pelapukan secara fisika terjadi perbedaan kecepatan proses pelapukannya. Perbedaan kecepatan pelapukan secara fisika ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaituTingkat kontraksi dan tingkat ekspansi dari komponen penyusun batuan, sehingga hal ini akan memicu proses pecahnya dan hancurnya batuan baca batuan beku.Tingkat kasar atau halusnya permukaan batuan baca batuan metamorf. Bahwa semakin kasar permukaan bebatuan maka proses pelapukan yang terjadi akan lebih batuan. Semakin gelap warna bebatuan maka akan memiliki daya serap terhadap cahaya lebih banyak. Hal ini akan menyebabkan proses pemuaian berlangsung lebih cepat, bahkan kontraksi dan ekspansi juga. Dan hal- hal tersebut akan menyebabkan proses pelapukan terjadi lebih beberapa faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya pelapukan secara fisik. Untuk proses terjadiya pelapukan secara fisik ini, batuan akan mengikis sedidik demu sedikit hingga lama- kelamaan akan benar- benar mengelami pelapukan. Sebagai contoh adalah batuan yang rapuh akibat adanya ombak laut yang menghantamnya setiap hari atau batuan yang rapuh akibat adanya tetesan air hujan yang menjatuhinya dalam waktu yang pelapukan Kimia atau kimiawiSelain proses pelapukan secara fisik,selanjutnya dalah pelapukan secara kimiawi. Sesuai dengan namanya, pelapukan kimia ini terjadi karena adanya bantuan bahan- bahan kimia. Proses pelapukan kimia merupakan proses pelapaukan yang diikuti terjadinya perubahan pada sifat kimia batuan tersebut. Ada beberapa proses kimia dari pelapukan , yakni sebagai berikutPelarutan atau solubilitasHidrasi atau proses pengikatan pada molekul air sehingga volume akan meningkat dan kekuatan akan melemah serta akan menjadi mudah mengalami proses pelapukanHidrolis atau proses pergantian kation- kation dengan ion hidrogen dan saat terjadi ionisasi mengakibatkan kondisi menjadi lemah sehingga akan mudah mengalami proses pelapukanOksidasi atau terjadinya penambahan muatan positif. Sebagai contoh adalah perubahan besi dalam batuan dari bentuk ferro ke bentuk ferri, hal ini akan membuat ukurannya bertambah. Dengan ukuran yang bertambah ini maka besi tersebut akan mudah mengalami pelapukanReduksi, yakni peristiwa penurunan muatan positifKarbonatasi, yakni proses yang menyebabkan bereaksinya asam karbonat dengan basa- basa yang membentuk basa karbonat, dan yang terakhir adalahAsidifikasi, yakni proses pengasaman pada batuan sehingga akan menyebabkan percepatan proses pelapukan. Contoh dari peristiwa ini adalah pengasaman akibat asam nitrat yang terkandung dalam air hujan dan juga pengasaman akibat asam sulfat hasil dekomposisi protein. Kedua asam yang berbeda ini akan mempercepat proses pelapukan pada beberapa proses atau langkah yang terjadi dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses pelapukan secara kimiawi biasanya juga terjadi pada dinding- dinding bangunan, terlebih bagi yang berada di sekitaran pabrik dan terkena pelapukan Biologi atau OrganikSelanjutnya adalah proses pelapukan yang terjadi secara biologis atau organik dan juga pelapukan kimia/ kimiawi. Jika pelapukan secara fisika disebabkan karena faktor- faktor alam, maka pelapukan secara biologi atau pelapukan organik ini terjadi akibat adanya peranan makhluk hidup. Proses pelapukan biologi atau organik terjadi karena adanya aktivitas kehidupan, yakni kehidupanAkar tumbuhanMikroorganisme tanahBinatangProses pelapukan secara biologis atau organik ini merupakan proses pelapukan yang senantiasa mengiringi dua proses pelapukan sebelumnya yang telah kita jelaskan. Pelapukan secara organik atau biologis ini trejadi setelah sebelumnya batuan telah mengelami proses pelapukan secara kimia atau fisika terlebih dahulu. Dengan kata lain pelapukan organik atau biologis ini sifatnya mempercepat atau menyempurnakan. Sebagai contoh adalah batuan yang telah mengalami perubahan suhu ekstrim misalnya setelah cuaca yang sangat panas, tiba- tiba menjadi sangat dingin maka akan mengalami retakan- retakan. Selanjutnya ketika sedang turun hujan maka air hujan akan masuk ke dalam retakan- retakan batuan, sehingga akan semakin mempercepat proses pelapukan yang terjadi. Di dalam retakan tersebut ternyata tidak hanya air yang masuk, namun juga mulai ditumbuhi tanaman- tanaman tingkat rendah dan juga mikroorganisme tanah yang keduanya makin mempercepat terjadinya proses penjelasan mengenai pelapukan yang terjadi pada batuan, jenis- jenis pelapukan dan juga proses terjadinya dari masing- masing pelapukan tersebut. Semoga bermanfaat. Penyebabpertama terjadinya pelapukan fisika adalah suhu udara yang tinggi, terutama biasanya ditemukan pada wilayah dengan iklim kontinental atau disebut juga iklim gurun. Wilayah kontinental memiliki suhu yang cukup tinggi pada siang hari sehingga suhu akan terasa paling panas dan menyebabkan batuan yang ada pada wilayah tersebut akan mengembang. Pelapukan– Apa itu pelapukan ? Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Agar lebih jelas simaklah materi makalah kami mengenai pelapukan mulai dari Pengertian, Faktor penyebab pelapukan Dan Jenis-Jenis pelapukan Di bawah ini. Pelapukan Pengertian PelapukanFaktor Penyebab terjadinya PelapukanA. Keadaan Struktur BatuanB. Keadaan TopografiC. Cuaca dan IklimD. Keadaan VegetasiJenis-Jenis PelapukanPelapukan MekanismePelapukan KimiawiPelapukan BiologiShare thisRelated posts Pelapukan adalah suatu peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis. Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Semua proses pelapukan umumnya dipengaruhi oleh cuaca. Batu yang telah mengalami suatu proses pelapukan akan berubah menjadi tanah. Jika saja tanah tersebut tidak bercampur dengan mineral lainnya, maka tanah tersebut dinamakan tanah mineral. Sedangkan pengertian yang lain, Pelapukan merupakan proses penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil. Pelapukan tersebut terjadi melalui proses pengelupasan batuan oleh tenaga eksogen, Di daerah tropis, air dan suhu yang paling dominan mempengaruhi proses pelapukan batuan. Faktor Penyebab terjadinya Pelapukan Pelapukan yang terjadi pada batuan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum, ada empat faktor yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan. Faktor penyebab pelapukan tersebut, meliputi A. Keadaan Struktur Batuan Struktur batuan yakni sifat fisik dan kimia yang sudah dimiliki oleh batuan. Sifat fisik batuan ini dapat seperti warna batuan, sedangkan sifat kimia batuan misalnya seperti unsur – unsur kimia yang terkandung di dalam batuan tersebut. Kedua sifat inilah yang dapat menyebabkan perbedaan daya tahan batuan terhadap proses pelapukan. Ada batuan yang lebih mudah lapuk daripada batuan lain karena memang memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Contoh batuan yang mudah lapuk misalnya, batu lempeng batuan sedimen. Adapun contoh batuan yang sukar lapuk adalah batuan beku. B. Keadaan Topografi Topografi merupakan kondisi permukaan bumi. Topografi ini juga turut memengaruhi terjadinya proses pelapukan batuan. Batu yang berada di area lereng yang curam cenderung mudah mengalami pelapukan, bila dibandingkan dengan batuan yang ada di daerah yang landai. Di lereng yang curam, batuan dapat dengan mudah terkikis. Batu ini akan mudah terlapukkan karena secara langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar. Namun, di daerah lereng yang landai atau rata, batuan cenderung terselimuti oleh berbagai endapan. Karena inilah batuan di wilayah landai lebih lambat mengalami proses pelapukan. C. Cuaca dan Iklim Ada juga unsur cuaca dan iklim yang sangat berpengaruh terhadap proses pelapukan. Adapun cuaca penyebab pelapukan ini meliptui suhu udara, curah hujan, sinar matahari, atau angin. Di daerah dengan iklim lembap dan panas, maka batuannya akan lebih cepat mengalami proses pelapukan dibandingkan dengan daerah dengan iklim dingin. Selain itu, jika cuaca sering berganti, seperti terjadinya pergantian temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin begitu terasa, maka hal ini dapat semakin mempercepat proses pelapukan. D. Keadaan Vegetasi Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan dapat menjadi faktor penyebab proses pelapukan karena tumbuhan memiliki akar – akar yang dapat menembus celah-celah batuan. Jika akar tersebut semakin membesar, maka kekuatannya pun juga akan semakin besar sehingga mampu menerobos bebatuan dan membuat batuan jadi lapuk. Jenis-Jenis Pelapukan Berdasarkan penyebabnya, pelapukan dibedakan menjadi 3 jenis yakni pelapukan mekanis, pelapukan kimia dan pelapukan biologis. Pelapukan Mekanisme Pelapukan mekanisme atau pelapukan fisis atau pelapukan fisika adalah proses penghancuran batuan secara fisis tanpa mengalami perubahan komposisi batuan. Pelapukan jenis mekanis ini bisa disebabkan oleh pemuaian, pembenkuan air dalam pori-pori batuan, perubahan suhu secara tiba-tiba dan perbedaan siang dan malam yang besar. Contoh Pelapukan Fisika, misalnya Pada siang hari sebuah batu akan mengalami pemuaian karena panas matahari dan malam harinya akan mengerut karena udara yang dingin. Melapuknya batuan gurun akibat perubahan cuaca harian secara ekstrim. Kristalisasi air garam pada batuan di ekosistem pantai. Longsor batuan di daerah topografi curam. Pelapukan Kimiawi Pelapukan Kimiawi atau Pelapukan Kimia adalah pelapukan batuan yang menyebabkan komposisi batuan dan struktur batuan berubah. Yang menjadi penyebab pelapukan kimia yaitu karena adanya reaksi kimia antara mineral batuan dengan air atau kelembapan udara. Pelapukan kimiawi batuan sering disebabkan air hujan yang mengandung senyawa H2O dan CO2. Air Hujan mempunyai daya larut besar, terutama jika menimpa batuan kapur dan karst. Contoh Pelapukan Kimia antara lain Proses pelarutan batuan kapur gamping akibat bereaksi dengan air. Hidrolisis air hujan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ memungkinkan terjadinya korosi batuan. Oksidasi batuan yang kaya mineral besi memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan menjadi lemah dan terutai. Pelapukan Biologi Pelapukan Biologi atau Pelapukan Organik pelapukan batuan yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan dari makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan, hewan, jamur dan bakteri. Contoh Pelapukan Biologi, antara lain Lumut yang tumbuh di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi lembabnya permukaan batuan akibat proses penyerapan akar dan tingginya pH di sekitar permukaan batuan tersebut akibat ekskresi sisa metabolisme lumut membuat permukaan batuan mengalami korosi. Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela-sela batuan menekan batuan sehingga batuan mengalami perpecahan. Demikianlah penjelasan kami mengenai Pelapukan, Semoga bermanfaat.. Artikel Lainnya Konjungsi Subornatif – Pengertian, Jenis-Jenis Dan Contohnya Pengertian Desain, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Prinsip Dan Jenis-Jenis Pengertian Dokumentasi, Fungsi,Tujuan Dan Kegiatan

Pelapukanorganis adalah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh adanya makhluk hidup, baik berupa hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Pelapukan organis ini pun seringkali dinamakan dengan pelapukan biologis. Di atas sudah diterangkan sebelumnya bahwa ketiga jenis pelapukan (fisik, kimia dan organis) bekerja dalam melapukkan batuan batuan.

Pelapukan merupakan proses pemusnahan batuan dari bentuk bongkahan menjadi granula yang sangat kecil. Pelapukan tersebut terbentuk melewati proses pelicinan batuan oleh daya eksogen. Di kawasan iklim tropis, air dan suhu yang sangat berpengaruh efek dari proses pelapukan batuan. Batuan yang mendapati pelapukan akan berganti berupa tanah, ketika tanah tersebut tidak bergabung dengan mineral lainnya maka tanah tersebut ialah tanah mineral. Proses Terjadinya Pelapukan Proses terjadinya pelapuka umumnya disebabkan oleh pengaruh cuaca suhu, curah hujan, kelembaban, atau angin. Karena itu pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Pelapukan dibagi dalam tiga macam, yaitu pelapukan mekanis, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologis. Pelapukan merupakan tenaga perombak pengkikisan oleh media penghancur. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran, berupa Sinar matahari Air Gletser reaksi kimiawi kegiatan makhluk hidup organisme Faktor yang Mempengaruhi Pelapukan Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pelapukan, antara lain Pengaruh struktur batuan terhadap pelapukan Yang dimaksud dengan struktur batuan disini adalah segala sifat fisis dan kimiawi batuan yang menyebabkan batuan yang satu berbeda dengan batuan lain. Sifat fisis misalnya kekerasannya, warnanya, belahannya, dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan sifat kimiawi misalnya susunan unsur-unsur atau mineral-mineral pembentuknya. Batu kapur mempunyai sifat fisis dan susunan kimiawi yang berbeda dengan batuan andesit atau dengan basalt. Batuan-batuan tadi mempunyai daya tahan yang berlainan terhadap pengaruh cuaca, jadi berbeda daya tahannya terhadap pelapukan. Batuan yang pejal atau kompak mempunyai daya tahan terhadap pelapukan yang berbeda dengan batuan yang berpori poreus. Pengaruh iklim terhadap pelapukan Faktor ini ada yang mendorong untuk mempercepat proses pelapukan dan ada pula yang kurang mendorong. Pada umumnya iklim yang panas dan lembab, lebih cepat melapukan batuan dari pada iklim lainnya. Selain dari pengaruh terhadap tingkat kecepatan proses pelapukan batuan, iklimpun berpengaruh terhadap macam pelapukan yang berlangsung. Agaknya pelapukan kimia lebih penting di daerah humid dari pada di daerah arid, sedangkan pelapukan fisis di daerah arid lebih penting dari pada di daerah humid. Namun hal ini tidak berarti bahwa jenis pelapukan lainya tidak terjadi. Jadi jenis batuan yang sama dengan sifat-sifat fisis dan kimia yang sama akan mengalami pengaruh iklim yang berbeda. Pengaruh topografi terhadap pelapukan Pengaruh topografi terhadap pelapukan kebanyakan dalam bentuk tidak langsung. Makin curam kemiringan suatu lereng makin mudah hasil pelapukan mengalami pengangkutan. Akibatnya di tempat itu hanya akan terdapat lapisan hasil pelapukan yang tipis saja atau sama sekali tidak ada. Oleh karena batuan induk tidak tertutup oleh lapisan hasil pelapukan, maka pengaruh cuaca tidak terhambat dan proses pelapukan pun berlangsung terus. Lain halnya yang terjadi pada lereng yang landai. Disini hasil pelapukan tetap tinggal pada tempatnya menutupi batuan induk dengan lapisan yang makin lama makin tebal. Dengan demikian pengaruh cuaca terhadap batuan induk semakin kecil pula. Ini berarti mengurangi kecepatan pelapukan batuan di tempat itu. Disamping pengaruhnya terhadap pengangkutan hasil pelapukan, maka topografi juga mempengarui suhu, jenis/jumlah curah hujan, serta jenis jumlah tumbuh-tumbuhan. Semuanya itu secara tidak langsung mempengaruhi macam dan jenis pelapukan yang terjadi di tempat itu. Semakin tinggi letak suatu tempat di permukaan bumi, maka suhunya semakin rendah. Demikian pula jumlah curah hujan di lereng dan puncak pegunungan yang menghadap ke arah datangnya angin, relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan curah hujan pada lembah-lembah. Pengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap pelapukan batuan Tumbuh-tumbuhan mempengaruhi pelapukan batuan dengan 2dua cara. Secara mekanis, karena akar tumbuh-tumbuhan dapat menembus batuan. Pertambahan panjang dan besar akar tumbuh-tumbuhan dapat memecahkan batuan yang ditembusnya. Secara kimia, prosesnya yaitu karena sisa-sisa tumbuh-tumbuhan yang telah membusuk dapat mengurangi asam arang dan asam humus yang merupakan faktor pelapuk yang kuat. Oleh karena itu jenis dan banyaknya tumbuh-tumbuhan di suatu daerah sangat besar pengaruhnya terhadap proses pelapukan. Sebenarnya antara tumbuh-tumbuhan dan hasil pelapukan terdapat hubungan timbal balik karena tumbuh-tumbuhan hidup pada hasil pelapukan batuan yang telah menjadi tanah, sebaliknya proses pelapukan dapat dipercepat oleh adanya tumbuh-tumbuhan. Berikut ini terdapat tiga jenis jenis pelapukan, antara lain 1. Pelapukan Kimia Pelapukan kimia merupakan pelapukan batuan yang mengakibatkan komposusunan sisi batuan dan bentuk batuan berganti. Akibat pelapukan kimia ialah karena terdapatnya proses kimia dengan mineral batuan dan air maupun humiditas udara. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pelapukan kimiawi yaitu sebagai berikut. Komposisi Batuan Ada mineral yang mudah bereaksi dengan air, oksigen dan gas asam arang, ada juga yang sulit. Bagi mineral yang mudah bereaksi dengan air, oksigen dan gas asam arang akan lebih cepat lapuk daripada mineral yang sulit bereaksi dengan air, oksigen dan gas asam arang. Iklim Daerah yang iklim basah dan panas, misalnya hujan tropis akan mempercepat proses reaksi kimia, sehingga batuan menjadi cepat lapuk. Ukuran Batuan Makin kecil ukuran batuan, makin intensif reaksi kimia pada batuan tersebut, berarti makin cepat pelapukannya. Vegetasi dan Binatang Dalam hidupnya, vegetasi dan binatang menghasilkan asam-asam tertentu, misalnya oksigen dan gas asam arang, sehingga mudah bereaksi dengan batuan dan mempercepat pelapukan pada batuan. 2. Pelapukan Fisika Pelapukan fisika merupakan proses pemusnahan batuan secara fisis tanpa mendapati transformasi susunan batuan. Pelapukan fisika dapat diakibatkan oleh pengembangan, penyusunan air dalam pori-pori batuan, transformasi temperatur secara serempak dan perbandingan siang dan malam yang besar. Ada 5 faktor yang memegang peranan penting dalam pelapukan fisika, antara lain Pemuaian batuan akibat berkurangnya beban. Proses ini terjadi pada batuan yang semula tertimbun di dalam lapisan kulit bumi oleh lapisan batuan lain. Kemudian batuan yang menimbuninya sedikit demi sedikit tererosi, sehingga ketebalannya berkurang, yang berarti tekanan terhadap lapisan batuan yang ada di bawahnya semakin berkurang. Oleh peristiwa itu batuan tadi mengalami pemuaian dan terjadilah retakan-retakan yang makin lama makin bertambah lebar, sehingga memungkinkan batuan tersebut terpecah-pecah. Salah satu contohnya adalah yang terjadi pada batuan granit yaitu sejenis batuan beku dalam yang mempunyai struktur berlapis-lapis atau retak-retak setelah tersingkap di permukaan bumi. Pembentukan kristal-kristal dalam celah-celah atau lapisan-lapisan batuan Proses ini terjadi di daerah beriklim dingin. Di daerah ini suhu udara pada siang hari panas, sehingga yang ada pada celah-celah batuan dalam bentuk cair. Pada malam hari suhu turun sampai beberapa derajat di bawah nol. Penurunan suhu yang demikian maka air tadi membeku menjadi Kristal Es. Perubahan suhu Perubahan suhu selain dari erat kaitannya dengan pembentukan kristal-kristal es seperti telah dikemukakan berpengaruh pula terhadap pelapukan batuan dalam bentuk lain. Perubahan suhu dalam hal ini tidak perlu sampai mencapai titik beku. Batuan terdiri dari kristal-kristal yang berbeda koefisien pemuaiannya besarnya pemuaian setiap ditingkatkan panasnya 10C. oleh karena itu kalua suhunya naik maka pemuaian kristal-kristal pembentuk batuan tidak sama. Demikian pula kalau suhunya turun maka pengkerutannya tidak sama. Oleh karena sering terjadi perubahan suhu hubungan antara kristal-kristal pada bagian luar batuan menjadi longgar, akhirnya retak-retak dan mengelupas. Pengelupasan ini disebut exfoliasi massa. Apabila kristal-kristal pembentuk batuan itu lepas-lepas menjadi butir-butir yang terpisah-pisah maka prosesnya disebut exfoliasi peristiwa itu tidak terjadi karena perubahan suhu tidak mempengaruhinya. Kegiatan organisme Pengaruh organisme terhadap pelapukan fisis tidak besar. Yang dimaksud dengan organisme disini adalah tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Pengaruh akar, tumbuh-tumbuhan terhadap pelapukan batuan telah diuraikan pada bagian yang lalu. Disini hanya akan ditegaskan bahwa pengaruh tumbuh-tumbuhan tidak terbatas hanya pada tumbuh-tumbuhan berakar besar dan panjang, karena akar lumut pun mampu melapukan batuan. Misalnya lumut yang tumbuh di atas batuan yang terletak di tempat lembab, akan menyebabkan terjadinya exfoliasi masa pada bagian luar batuan tersebut. Pengaruh hewan, yaitu semut, anjing tanah, dan binatang-binatang lain yang hidup dalam lapisan tanah sering mengangkut butir-butir batuan dari dalam tanah ke permukaan. Walaupun pengaruhnya sangat kecil namun hal ini penting untuk diketahui. Selain dari itu tidak kurang pentingnya pengaruh manusia terhadap pelapukan ini, baik yang langsung maupun tidak langsung. Namun perbuatan manusia sering dipisahkan dari pengaruh terhadap proses pelapukan ini karena manusia merupakan makhluk budaya yang memiliki kemampuan tersendiri. Penarikan oleh koloid-koloid tanah Koloid tanah ialah bahan mineral dan bahan organisme yang sangat halus, sehingga mempunyai luas permukaan yang sangat tinggi persatuan berat. Koloid berasal dari kata Yunani yang berarti seperti lem. Yang termasuk ke dalam koloid tanah adalah liat koloid anorganik dan humus koloid organik. Karena kemampuannya untuk manarik butir-butir batuan lain, maka apabila koloid ini berdampingan dengan batuan induk maka bagian luar batuan itu akan tertarik oleh koloid-koloid tanah menjadi bagian-bagian kecil sehingga terlepas dari kesatuannya. Partikel-partikel koloid yang sangat halus disebut micell micro cel umumnya bermuatan listrik negatif. Apabila bersentuhan dengan ion-ion bermuatan listrik negatif kation, maka kation tersebut akan tertarik. Dengan proses demikian maka bagian luar dari batuan induk akan terceraiberai menjadi butir-butir kecil. Sifat penting dari pelapukan fisis ialah bahwa dengan pelapukan ini tidak mengubah susunan kimiawi batuan, karena hanya terpecah saja. 3. Pelapukan Biologi Pelapukan biologi merupakan rusaknya batu-batuan akbiat aktivitas makhluk hidup. Aktivitas makhluk hidup ini ada yang bersifat mekanik dan kimiawi. Aktivitas mekanik menimbulkan pelapukan biomekanik. Contohnya, manusia memecah batu, mengolah tanah, menggali lubang tambang, pijakankaki hewan-hewan besar menimbulkan lubang hingga tanah longsor, dan desakan akar dapat memecah batuan atau tembok. Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan. Contoh Pelapukan Berikut ini terdapat tiga contoh yang terjadi pada pelapukan, antara lain 1. Contoh Pelapukan Biologi Terdapat beberapa contoh dari pelapukan biologi, antara lain sebagai berikut Lumut yang bertunas di bidang batuan menguatkan batuan transformasi degradasi. Melempemnya bidang batuan efek dari proses peresapan akar dan tingginya pH di sekeliling bidang batuan tersebut efek dari ekskresi sisa metabolisme lumut untuk membuat bidang batuan transformasi korosi Penerobosan akar tumbuhan ke dalam ruang batuan untuk mengapit batuan sehingga batuan transformasi keretakan 2. Contoh Pelapukan Kimia Terdapat beberapa contoh dari pelapukan kimia, antara lain sebagai berikut Proses penghancuran batuan kapur gamping efek dari bidsan dengan air Hidrolisis air hujan mengakibatkan naiknya fase keasaman di sekeliling batuan. Ion H+ menguatkan terbentuknya korosi batuan Oksidasi batuan yang kaya mineral besi menguatkan hubungan mineral di bidang batuan berupa layuh dan terungkai 3. Contoh Pelapukan Fisika Terdapat beberapa contoh dari pelapukan fisika, antara lain sebagai berikut Pada siang hari sebentuk batu mendapati pengembangan karena efek panas matahari dan malam harinya akan menyusut karena efek udara yang dingin Hancurnya batuan gurun efek dari transformasi iklim harian secara berlebihan Penghabluran air garam pada batuan di ekosistem pesisir Terjadi longsor batuan di kawasan topografi yang terjal Dampak Pelapukan Dibawah ini terdapat beberapa dampak pelapukan, antara lain 1. Dampak Positif Dibawah ini terdapat dua dampak positik pada pelapukan, antara lain Aktivitas pelapukan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang indah dan menjadi objek wisata, contohnya Grand Canyon di Amerika Serikat. Pelapukan di daerah kapur dapat membentuk gua-gua yang mempunyai stalaktit dan stalagmit yang dapat menjadi tujuan wisata, contoh Goa Maharani di Lamongan, Goa Jatijajar dan Goa Petruk di Kebumen. 2. Dampak Negatif Dibawah ini terdapat dua dampak negatif pada pelapukan, antara lain Sebagai tenaga destruktif, pelapukan dapat merusak batu-batuan termasuk bangunan-bangunan, terutama pada bagian dinding-dindingnya sehingga sangat merugikan manusia. Pelapukan juga dapat merusak batu-batu candi peninggalan sehingga sangat merugikan manusia. Candi adalah peninggalan dari nenekmoyang yang harus kita lestarikan Demikian Pembahasan Tentang Pelapukan Pengertian, Proses, Faktor, Jenis dan Dampak dari Kami Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca Proses Terjadinya PelapukanFaktor yang Mempengaruhi PelapukanPengaruh struktur batuan terhadap pelapukanPengaruh iklim terhadap pelapukanPengaruh topografi terhadap pelapukanPengaruh tumbuh-tumbuhan terhadap pelapukan batuanJenis Jenis Pelapukan1. Pelapukan Kimia2. Pelapukan Fisika3. Pelapukan BiologiContoh Pelapukan1. Contoh Pelapukan Biologi2. Contoh Pelapukan Kimia3. Contoh Pelapukan FisikaDampak Pelapukan1. Dampak Positif2. Dampak Negatif Pelapukanbiologi adalah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh adanya kegiatan makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Pelapukan biologi ini pun seringkali dinamakan dengan pelapukan organis. Di atas sudah diterangkan sebelumnya bahwa ketiga jenis pelapukan (fisika, kimia dan biologi) bekerja bareng dalam melapukkan batuan.
Bumi baca kerak Bumi adalah tempat dimana berbagai makhluk hidup dan menjalankan aktifitasnya sehari- hari. ada berbagai macam komponen yang akan kita temukan di Bumi baca inti Bumi. Komponen- komponen yang ada di Bumi tersebut bukan hanya komponen yang hidup saja, namun juga komponen yang tidak hidup. Komponen- komponen yang hidup dan tidak hidup ini saling berdampingan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Komponen hidup sering disebut dengan komponen biotik, dan komponen yang mati sering juga disebut dengan komponen abiotik. Komponen hidup abiotik contohnya adalah manusia, binatang, tumbuh- tumbuhan maupun berbagai macam mikroorganisme. Sementara komponen abiotik diantaranya adalah elemen- elemen seperti tanah baca jenis-jenis tanah, udara baca polusi udara, cahaya matahari baca bagian- bagian matahari, kelembaban, batuan, dan lain penghuni Bumi, ada banyak sekali kejadian atau peristiwa yang dialami oleh berbagai makhluk penghuni Bumi ini. Banyak sekali siklus yang dapat kita temui di Bumi. Salah satu siklus yang dialami oleh komponen Bumi adalah batuan baca terjadinya siklus batuan. Batuan dapat berubah bentuk menjadi tanah setelah sekian lama dan karena beberapa hal tertentu. Hal ini dinamakan dengan pelapukan. Pelapukan hampir terjadi di banyak komponen, tidak hanya batuan saja. Bahkan kita, manusia juga akan mengalami makhluk hidup manusia, binatang, dan tumbuhan apabila telah mati, maka akan mengalami pelapukan pada jasadnya. Jasad manusia apabila telah dikubur maka dalam jangka waktu tertentu akan melebur menjadi tanah. Demikian halnya dengan binatang dan juga tumbuh- tumbuhan. Selain makhluk hidup, ada beberapa benda mati yang juga mengalami pelapukan. Namun kata pelapukan ini sebenarnya memang hanya digunakan untuk menguraikan umur PelapukanKita telah membicarakan mengenai pelapukan sebelumnya. Lalu, apa itu pelapukan? Berbicara mengenai pelapukan rasanya tidak lengkap tanpa memahami makna pelapukan yang sebenarnya. Yang dinamakan pelapukan adalah peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Selain pengertian tersebut, pelapukan juga dapat dijelaskan sebagai proses perubahan komposisi dan pemecahan batuan atau material- material lainnya yang terjadi di atas permukaan Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, maupun ini merupakan proses alami yang bekerja menghancurkan batuan menjadi tanah. Pengertian lain mmengenai pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan juga material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan proses fisika, kimia, maupun biologi. Adapun proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Selain sangat dipengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan baca batuan penyusun Bumi ini juga dipengaruhi berbagai macam faktor merupakan proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas berbagai macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yaitu pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Penjelasan mengenai masing- masing jenis pelapukan ini adalah sebagai berikutPelapukan FisikaJenis pelapukan yang pertama adalah pelapukan fisika. Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang sering disebut sebagai pelapukan mekanik. Pelapukan fisika adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan tersebut adalah suhu udara, tekanan, dan juga kristalisasi fisika ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim. Jenis pelapukan fisika ini hanya bisa ditemukan di daerah yang mempunyai iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun baca gurun terbesar di dunia, pesisir pantai baca manfaat pantai, dan daerah- daerah yang mempunyai topografi yang curam. Adapun beberapa contoh pelapukan fisika ini antara lain adalah sebagai berikutMelapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, kemudian pada malam hari suhu udara akan turun dan membuat batuan menjadi mengkerut. Karena proses ini berlangsung secara berulang- ulang akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan sehingga pada akhirnya batuan akan hancur menjadi beberapa air garam yang terjadi pada batuan di pantai. Kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menekan batuan secara endogen sehingga akan memunculkan kemungkinan batuan akan KimiaJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan kimia. Pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan menjadi tiga macam. 3 macam reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini antara lain adalah solution, hidrolisis, dan oksidasi. Adapun beberapa contoh pelapukan kimia ini antara lain adalah sebagai berikutHidrolisis air hujan yang akan mengakibatkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yang muncul akan memungkinkan terjadinya korosi pada yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan menjadi lemah dan pada akhirnya mengalami pelarutan batuan kapur gamping akibat reaksinya terhadap air baca jenis air.Berbicara mengenai pelapukan kimia, kita akan mengenal adanya 4 proses yang termasuk dalam pelapukan kimia. Adapun 4 proses tersebut antara lain adalahHidrasi, yaitu proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan yaitu peroses penguraian air atas unsur- unsurnya menjadi ion- ion yang bersifat positif dan yaitu proses pengkaratan yaitu pelapukan batuan yang disebabkan karena beberapa proses yang akan kita temukan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses tersebut hanya akan kita temui pada pelapukan yang bersifat kimiawi Biologi atau Organik Jenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi merupakan jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi karena adanya peranan organisme- organisme organisme- organisme yang berperan dalam pelapukan ini antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan manusia. Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 cara, yaitu cara biokimia dan cara mekanis. Adapun contoh pelapukan secara biologi atau organik ini antara lain adalahPenetrasi akar tumbuhan ke dalam sela- sela batuan akan menekan batuan tersebut, sehingga akan mengalami lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi. Kelembapan di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di sekitar permukaan batuan akan membuat permukaan batuan tersebut mengalami beberapa jenis dari pelapukan batuan yang terdiri atas pelapukan kimiawi, pelapukan fisika dan juga pelapukan boilogi atau organik. Dari uraian di atas kita mengetahui bahwa pelapukan batuan bisa terjadi dengan beberapa cara yang berbeda- faktor yang Mempengaruhi Terjadinya PelapukanSudah dikatakan sebelumnya bahwasannya mengenai pelapukan ini terjadi karena adanya berbagai macam faktor. Setidaknya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pelapukan, antara lain adalah sebagai berikutWaktuFaktor yang sangat erat dan sangat identik dengan peristiwa pelapukan adalah waktu. Sering orang- orang mengatakan bahwasannya pelapukan ini terjadi karena sebuah batuan sudah terlalu lama atau terlalu tua, hingga akhirnya batuan tersebut megalami pelapukan. Bahkan waktu merupakan faktor pertama yang akan digunakan sebagai alasan mengapa pelapukan tersebut benar, sebuah batuan akan mengalami pelapukan setelah batuan tersebut berumur lama atau tua. Hal ini akan menyebabkan tingkat kepadatan batuan menjadi menurun dan batuan tersebut akan mengalami pelapukan hingga pada akhirnya menjadi tanah baca ciri tanah yang subur dan tidak subur.Jenis batuan dan struktur batuan tersebutFaktor selanjutnya yang mempengaruhi terjadinya pelapukan batuan adalah jenis batuan dan strukturnya. Telah kita ketahui bersama bahwasannya batuan di dunia ini memiliki berbagai macam jenis batuan yabg berbeda- beda antara satu dengan yang lainnya. Kemudian mengenai struktur batuan, yaitu sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh batuan itu sendiri. Sifat fisik batuan meliputi warna sufat kimia batuan adalah unsur- unsur kimia yang terkandung di dalam batuan tersebut. Sifat kimia dan sifat fisikan yang dimiliki oleh batuan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan daya tahan batuan terhadap pelapukan. Adapun jenis batuan yang mudah lapuk diantaranya adalah batu lempeng atau batuan sedimen. Sementara batuan yang sulit lapuk misalnya adalah batuan selanjutnya yang mempengaruhi pelapukan adalah topografi. Keadaan topografi muka Bumi juga mempengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan. Batuan- batuan yang berada di lereng yang curam cenderung akan mudah untuk mengalami pelapukan dibandingkan dengan batuan yang berada di tempat yang demikian? Hal ini karena pada lereng yang curam, batuan akan sangat mudah terkikis atau terlapukkan karena akan langsung bersetuhan dengan cuaca di sekitar batuan tersebut berada. Tetapi pada lereng yang landai atau rata, batuan akan terselimuti oleh berbagai macam endapan yang pada akhirnya akan memperlambat proses pelapukan batuan selanjutnya yang akan mempengaruhi proses pelapukan adalah adanya organisme. Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh- tumbuhan secara dan cuacaFaktor selanjutnya yang sangat kuat kaitannya dengan pelapukan adalah mengenai cuaca dan juga iklim baca iklim di Indonesia. Unsur- unsur cuaca dan juga iklim yang akan mempengaruhi proses pelapukan antara lain adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, angin, dan lain sebagainya. Di daerah yang memiliki iklim lembab dan juga panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Selain itu pergantian antara siang dan juga malam yang dingin akan semakin membuat pelapukan mudah terjadi, apabila hal ini dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim vegetasiFaktor selanjutnya yang mempengaruhi adanya pelapukan adalah keadaan vegetasi. Vegetasi atau tumbuh- tumbuhan juga merupakan hal yang sangat mempengaruhi proses pelapukan. Hal ini disebabkan akar- akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah- celah batuan. Apabila akar- akar tersebut semakin membesar maka kekuatannya akan semakin besar pula dalam menerobos batuan. Selain akar- akar, serasah dedaunan yang gugur juga akan membantu mempercepat batuan melapuk. Hal ini disebabkan karena serasah batuan mengandung zat- zat asam arang dan juga humus yang dapat merusak kekuatan pada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pelapukan pada batuan. Keberadaan faktor- faktor tersebut akan sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan pada batuan yang pada akhirnya akan mengubahnya menjadi tanah baca tanah liat. Selain adanya faktor- faktor yang mempengaruhi, tentu saja akan ditemukan pula beberapa agen yang terlibat dalam proses pelapukan ini. Lalu apa saja agen- agen yang terlibat tersebut? Beberapa agen yang berperan dalam pelapukan antara lain adalah air, es, garam, tanaman, binatang dan juga perubahan suhu.
11melongsorkan yang umumnya berupa berat massa material tanah atau batuan, beban yang ada pada lereng, getaran pada lereng yang disebabkan aktivitas manusia atau secara alami berupa gempa bumi. Gaya yang menahan adalah kuat geser material pada lereng disepanjang bidang gelincir. Kuat geser material lereng dikontrol oleh kohesi dan sudut geser dalam. . Besarnya nilai kohesi tergantung pada
Mahasiswa/Alumni Universitas Padjadjaran29 Maret 2022 0447Halo Canis, Kakak bantu jawab ya Jawaban untuk soal ini adalah C. Pelapukan merupakan peristiwa penghancuran massa batuan menjadi massa tanah yang terjadi secara fisika, kimia, dan biologis. Pelapukan fisika merupakan penghancuran secara mekanis dari batuan induk menjadi partikel-partikel kecil akibat pengaruh dingin, panas, angin, sinar matahari, iklim, cuaca, dan abrasi. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C. Semoga membantu! Pelapukanmekanisme atau pelapukan fisis atau pelapukan fisika adalah proses penghancuran batuan secara fisis tanpa mengalami perubahan komposisi batuan. Pelapukan jenis mekanis ini bisa disebabkan oleh pemuaian, pembenkuan air dalam pori-pori batuan, perubahan suhu secara tiba-tiba dan perbedaan siang dan malam yang besar.
Pelapukan merupakan peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara mekanik atau fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Pelapukan juga dapat dijelaskan sebagai proses perubahan komposisi dan pemecahan batuan atau material- material lainnya yang terjadi di atas permukaan Bumi baca kerak Bumi akibat adanya proses secara mekanik, kimia, maupun biologi. Pelapukan ini merupakan proses alami yang bekerja menghancurkan batuan menjadi tanah baca tanah liat, tanah organosol, tanah podsol, tanah andosol dan tanah grumusol.Pengertian lain juga menyatakan bahwa pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan juga material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi baca inti Bumi yang disebabkan proses mekanik, kimia, maupun biologi. Pengertian- pengertian tersebut menyatakan bahwa pelapukan terjadi karena 3 proses, yakni mekanik, kimia dan juga biologi. Proses pelapukan terjadi dalam waktu yang sangat lama. Selain sangat dipengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga dipengaruhi berbagai macam faktor jenis PelapukanPelapukan merupakan proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas berbagai macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yaitu pelapukan kimia, mekanik atau fisika, dan biologi atau organik. Penjelasan mengenai masing- masing jenis pelapukan ini adalah sebagai berikutPelapukan KimiaJenis pelapukan pertama pada batuan adalah pelapukan kimia. Pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan menjadi tiga macam. 3 macam reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini antara lain adalah solution, hidrolisis, dan Mekanik atau FisikaJenis pelapukan yang kedua adalah pelapukan mekanik. Pelapukan mekanik merupakan pelapukan yang sering disebut sebagai pelapukan fisika. Pelapukan mekanik adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan tersebut adalah suhu udara baca polusi udara, tekanan, dan juga kristalisasi garam. Pelapukan mekanik ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim baca iklim di Indonesia.Pelapukan Biologis atau OrganikJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi merupakan jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi karena adanya peranan organisme- organisme tertentu. adapun organisme- organisme yang berperan dalam pelapukan ini antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan beberapa jenis pelapukan pada batuan. Dari ketiga jenis pelapukan tersebut kita akan membahas mengenai salah satu jenis pelapukan, yakni pelapukan mekanik atau merupakan proses alamiah yang terjadi pada batuan untuk menjadi tanah. Pelapukan yang merupakan proses alami bisa disebabkan karena berbagai macam cara. Cara yang berbeda membuat pelapukan ini memiliki beberapa macam. Salah satu jenis pelapukan yang kita kenal adalah pelapukan mekanik. Pelapukan mekanik atau fisika merupakan salah satu jenis pelapukan yang terjadi pada batuan. Batuan akan mengalami pelapukan secara mekanik karena disebabkan oleh beberapa faktor alamiah di alam ini. Kita akan membicarakan lebih lanjut menganai pelapukan mekanik, maka dari itulah kita perlu mengetahui pengertian pelapukan mekanik itu mekanik sering pula disebut sebagai pelapukan fisika atau pelapukan fisis. Pelapukan mekanik atau pelapukan fisika merupakan jenis pelapukan yang disebabkan oleh proses fisika atau pelapukan yang terjadi akibat pengaruh berbagai kondisi eksternal batuan. Pelapukan mekanik ini merupakan jenis pelapukan yang tidak mengalami perubahan kimiawi dan mineral yang berarti. Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang dapat menghasilkan fragment atau kristal- kristal kecil sampai blok kekar yang berukuran faktor Fisik yang Menyebabkan Pelapukan MekanikSebelumnya sudah dikatakan bahwasannya pelapukan mekanik merupakan pelapukan yang terjadi karena adanya proses secara mekanis yang didukung beberapa faktor dari alam. Lalu, apa saja faktor- faktor yang akan menyebabkan pelapukan secara mekanik ini? Adapun beberapa elemen fisika yang akan menyebabkan terjadinya pelapukan antara lain adalah sebagai berikutSuhu udaraTopografiPemuaianPembekuan airItulah beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya pelapukan mekanik. Keberadaan faktor- faktor tersebut sangat penting demi terjadinya pelapukan secara mekanik Terjadinya Pelapukan MekanikPelapukan mekanik bisa terjadi karena adanya pengaruh beberapa faktor dari alam. Hal ini membuktikan bahwasannya pelapukan mekanik dapat terjadi karena adanya berbagai macam sebab. Secara umum, penyebab terjadinya pelapukan mekanik ini adalah karena perbedaan suhu udara, pembekuan air, mengkristalnya air garam, dan juga tekanan tinggi. Adapun penjelasan dari masing- masing sebab antara lain adalah sebagai berikutPerbedaan temperatur udara yang tinggiPelapukan yang disebabkan karena temperatur udara yang tinggi terjadi terutama di daerah yang memiliki iklim kontinental atau iklim gurun. Hal ini karena di daerah kontinental ketika siang hari suhu akan terasa sangat panas, dan ketika suhu panas batuan akan mengembang. Sebaliknya, ketika malam hari udara di daerah kontinental akan terasa sangat dingin, dan ketika suhu menjadi dingin maka batuan akan mengkerut. Hal yang berlawanan seperti ini akan dapat menyebabkan batuan pecah atau retak- pembekuan air di dalam batuanPelapukan mekanik bisa juga disebabkan karena adanya pembekuan air di dalam batuan. Pelapukan yang disebabkan karena pembekuan air dalam batuan ini terjadi pada daerah yang beriklim sedang. Apabila air membeku maka volume air itu akan mengembang dan akan menyebabkan tekanan. Oleh karena adanya tekanan ini maka batuan akan menjadi rusak atau bahkan garamPelapukan mekanik atau fisika juga bisa disebabkan karena adanya pengkristalan garam. Pelapukan mekanik yang disebabkan pengkristalan garam ini tentu saja akan terjadi di daerah pantai baca ekosistem pantai. Apabila air tanah mengandung garam, maka pada siang harinya air akan menguap dan daram- garam akn mengkristal. Pengkristalan ini yang pada akhirnya akan merusak tekanan tinggiPelapukan secara mekanis juga bisa disebabkan karena adanya tekanan tinggi. Pelapukan mekanik yang disebabkan karena tekanan tinggi dapat terjadi di daerah yang memiliki topografi curam. Hal ini karena adanya tekanan tinggi pada batuan di bagian bawah yang diperoleh dari massa batuan di atasnya akan mendorong batuan mengalami kerusakan struktur. Hal tersebut akan membuat batuan mengalami kerapuhan sehingga pada akhirnya terjadi longsor baca penyebab tanah longsor dan ukurannya berubah menjadi kecil- beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya pelapukan secara mekanis. Tentu saja faktor- faktor yang telah disebutkan akan terjadi di daerah masing- jenis Pelapukan MekanikPada umumnya kita telah mengetahui bersama bahwasannya pelapukan mekanis ini merupakan pelapukan yang disebabkan karena adanya sesuatu hal yang berbau fisika. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pelapukan mekanik ini dapat juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Adapun berbagai jenis pelapukan mekanik yang dapat kita kenal antara lain adalahStress ReleaseJenis pelapukan mekanik yang pertama dinamakan stress release. Stress release merupakan nama yang menggambarkan sebuah proses. Proses yang dimaksud adalah batuan yang muncul ke permukaan Bumi akan melepaskan stress dan menghasilkan kekar atau retakan yang sejajar permukaan topografi. Retakan- retakan itu membagi batuan baca batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorfmenjadi lapisan- apisan atau lembaran sheet yang sejajar dengan permukaan topgrafi. Ketebalan dari lapisan hasil proses sheeting ini semakin tebal menjauhi dari permukaan. Proses pelapukan seperti ini biasanya terjadi pada batuan beku terobosan yang keberadaannya dekat dengan permukaan weatheringSalt weathering merupakan peristiwa pertumbuhan kristal pada batuan. Pertumbuhan kristal pada batuan di bagian pori- porinya pada akhirnya akan menimbulkan tekanan tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan atau kepecahan pada batuan action and hydro- fracturingAir atau jenis larutan apapun yang tersimpan di dalam pori dan/ atau pada retakan batuan akan meningkatkan volumenya sebesar 9% ketika membeku. Hal ini tentu saja akan menyebabkan tekanan yang cukup kuat untuk memecahkan batuan yang ditempatinya tersebut. Proses frost action and hydro- fracturing ini tergantung padaKeberadaan pori dan retakan dalam batuanKeberadaan air/ cairan di dalam poriTemperatur yang turun dan naik dalam jangka waktu tertentuInsolation weatheringInsolation weathering terjadi akibat adanya pemanasan dan pendinginan permukaan karena pengaruh matahari. Pelapukan seperti ini akan mempunyai pengaruh besar di daerah yang mengalami perbedaan suhu cukup wetting and dryingYang dimaksud dengan alternate wetting and drying adalah pengaruh penyerapan dan pengeringan dengan beberapa jenis dari pelapukan mekanik. Kita telah mengetahui bersama bahwasannya pelapukan mekanik terdiri dari lima jenis. Kita juga bisa perhatikan bahwa jenis dari pelapukan mekanik mempunyai banyak kemiripan dengan penyebab terjadinya pelapukan mekanik yang telah kita bahas beberapa informasi mengenai pelapukan mekanik atau fisika. Pelapukan mekanik atau fisika ini merupakan jenis pelapukan yang berbeda dengan jenis pelapukan yang lainnya. Meski sama- sama pelapukan yang terjadi pada batuan baca batuan penyusun Bumi, namun penyebab masing- masing pelapukan berbeda- beda.

Pelapukanfisis adalah proses pelapukan batuan yang menyebabkan batuan mengalami penghancuran menjadi butir-butir tanpa perubahan sifat. Misalnya pemuaian batuan, perubahan suhu, dan lain sebagainya. Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan yang mengubah susunan zat yang terdapat pada mineral-mineral pembentuk batuan.

Pelapukan adalah peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Selain pengertian tersebut, pelapukan juga dapat dijelaskan sebagai proses perubahan komposisi dan pemecahan batuan atau material- material lainnya yang terjadi di atas permukaan Bumi baca kerak Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, maupun biologi. Pelapukan ini merupakan proses alami yang bekerja menghancurkan batuan menjadi tanah baca tanah liat, tanah organosol, tanah podsol, tanah andosol dan tanah grumusol.Pengertian lain mengenai pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan juga material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi baca inti Bumi yang disebabkan proses fisika, kimia, maupun biologi. Adapun proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Selain sangat dipengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga dipengaruhi berbagai macam faktor jenis PelapukanPelapukan merupakan proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas berbagai macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yaitu pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Penjelasan mengenai masing- masing jenis pelapukan ini adalah sebagai berikutPelapukan FisikaJenis pelapukan yang pertama adalah pelapukan fisika. Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang sering disebut sebagai pelapukan mekanik. Pelapukan fisika adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan tersebut adalah suhu udara baca polusi udara, tekanan, dan juga kristalisasi garam. Pelapukan fisika ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim baca iklim di Indonesia.Pelapukan KimiaJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan kimia. Pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan menjadi tiga macam. 3 macam reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini antara lain adalah solution, hidrolisis, dan Biologi atau OrganikJenis pelapukan yang selanjutnya adalah pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi merupakan jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi karena adanya peranan organisme- organisme tertentu. adapun organisme- organisme yang berperan dalam pelapukan ini antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan beberapa jenis pelapukan. Dari ketiga jenis pelapukan tersebut kita akan membahas mengenai salah satu jenis pelapukan. Pelapukan yang akan kita bahas adalah pelapukan merupakan proses alamiah yang terjadi pada batuan untuk menjadi tanah. Pelapukan yang merupakan proses alami bisa disebabkan karena berbagai cara. Cara yang berbeda membuat pelapukan ini memiliki beberapa macam. Salah satu jenis pelapukan yang kita kenal adalah pelapukan fisika. Pelapukan fisika merupakan salah satu jenis pelapukan yang terjadi pada batuan. Batuan akan mengalami pelapukan fisika karena disebabkan oleh beberapa faktor alamiah di alam ini. Sebelum membicarakan lebih lanjut mengenai pelapukan fisika, ada baiknya kita mengetahui pengertian pelapukan fisika itu fisika sering pula disebut sebagai pelapukan mekanik atau pelapukan fisis. Pelapukan fisika atau pelapukan mekanik merupakan jenis pelapukan yang disebabkan oleh proses fisika atau pelapukan yang terjadi akibat pengaruh berbagai kondisi eksternal batuan. Pelapukan fisika ini merupakan jenis pelapukan yang tidak mengalami perubahan kimiawi dan mineral yang berarti. Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang dapat menghasilkan fragment atau kristal- kristal kecil sampai blok kekar yang berukuran faktor Fisik yang Menyebabkan Pelapukan Sudah dikatakan sebelumnya bahwasannya pelapukan fisika merupakan pelapukan yang terjadi karena adanya proses fisika yang didukung beberapa faktor dari alam. Lalu, apa saja faktor- faktor yang akan menyebabkan pelapukan secara fisika ini? Adapun beberapa elemen fisika yang akan menyebabkan terjadinya pelapukan antara lain adalah sebagai berikutSuhu udaraTopografiPemuaianPembekuan airItulah beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya pelapukan fisika. Keberadaan faktor- faktor tersebut sangat penting demi terjadinya pelapukan secara fisika Terjadinya Pelapukan FisikaPelapukan fisika bisa terjadi karena adanya pengaruh beberapa faktor dari alam. Hal ini membuktikan bahwasannya pelapukan fisika dapat terjadi karena adanya berbagai macam sebab. Secara umum, penyebab terjadinya pelapukan fisika ini adalah karena perbedaan suhu udara, pembekuan air, mengkristalnya air garam, dan juga tekanan tinggi. Adapun penjelasan dari masing- masing sebab antara lain adalah sebagai berikutPerbedaan temperatur udara yang tinggiPelapukan yang disebabkan karena temperatur udara yang tinggi terjadi terutama di daerah yang memiliki iklim kontinental atau iklim gurun. Hal ini karena di daerah kontinental ketika siang hari suhu akan terasa sangat panas, dan ketika suhu panas batuan akan mengembang. Sebaliknya, ketika malam hari udara di daerah kontinental akan terasa sangat dingin, dan ketika suhu menjadi dingin maka batuan akan mengkerut. Hal yang berlawanan seperti ini akan dapat menyebabkan batuan pecah atau retak- pembekuan air di dalam batuanPelapukan fisika bisa juga disebabkan karena adanya pembekuan air di dalam batuan baca batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Pelapukan yang disebabkan karena pembekuan air dalam batuan ini terjadi pada daerah yang beriklim sedang. Apabila air membeku maka volume air itu akan mengembang dan akan menyebabkan tekanan. Oleh karena adanya tekanan ini maka batuan akan menjadi rusak atau bahkan garamPelapukan fisika juga bisa disebabkan karena adanya pengkristalan garam. Pelapukan fisika yang disebabkan pengkristalan garam ini tentu saja akan terjadi di daerah pantai baca ekosistem pantai. Apabila air tanah mengandung garam, maka pada siang harinya air akan menguap dan daram- garam akn mengkristal. Pengkristalan ini yang pada akhirnya akan merusak tekanan tinggiPelapukan secara fisika juga bisa disebabkan karena adanya tekanan tinggi. Pelapukan fisika yang disebabkan karena tekanan tinggi dapat terjadi di daerah yang memiliki topografi curam. Hal ini karena adanya tekanan tinggi pada batuan di bagian bawah yang diperoleh dari massa batuan di atasnya akan mendorong batuan mengalami kerusakan struktur. Hal tersebut akan membuat batuan mengalami kerapuhan sehingga pada akhirnya terjadi longsor baca proses terjadinya longsor dan ukurannya berubah menjadi kecil- beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya pelapukan secara fisika. Tentu saja faktor- faktor yang telah disebutkan akan terjadi di daerah masing- jenis Pelapukan FisikaPada umumnya kita telah mengetahui bersama bahwasannya pelapukan fisika ini merupakan pelapukan yang disebabkan karena adanya sesuatu hal yang berbau fisika. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pelapukan fisika ini dapat juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Adapun berbagai jenis pelapukan fisika yang dapat kita kenal antara lain adalahStress ReleaseJenis pelapukan fisika yang pertama dinamakan stress release. Stress release merupakan nama yang menggambarkan sebuah proses. Proses yang dimaksud adalah batuan yang muncul ke permukaan Bumi akan melepaskan stress dan menghasilkan kekar atau retakan yang sejajar permukaan topografi. Retakan- retakan itu membagi batuan menjadi lapisan- lapisan atau lembaran sheet yang sejajar dengan permukaan topografi. Ketebalan dari lapisan hasil proses sheeting ini semakin tebal menjauhi dari permukaan. Proses pelapukan seperti ini biasanya terjadi pada batuan beku terobosan yang keberadaannya dekat dengan permukaan weatheringSalt weathering merupakan peristiwa pertumbuhan kristal pada batuan. Pertumbuhan kristal pada batuan di bagian pori- porinya pada akhirnya akan menimbulkan tekanan tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan atau kepecahan pada batuan action and hydro- fracturingAir atau jenis larutan apapun yang tersimpan di dalam pori dan/ atau pada retakan batuan akan meningkatkan volumenya sebesar 9% ketika membaku. Hal ini tentu saja akan menyebabkan tekanan yang cukup kuat untuk memecahkan batuan yang ditempatinya tersebut. Proses frost action and hydro- frracturing ini tergantung padaKeberadaan pori dan retakan dalam batuanKeberadaan air/ cairan di dalam poriTemperatur yang turun dan naik dalam jangka waktu tertentuInsolation weatheringInsolation weathering terjadi akibat adanya pemanasan dan pendinginan permukaan karena pengaruh matahari. Pelapukan seperti ini akan mempunyai pengaruh besar di daerah yang mengalami perbedaan suhu cukup wetting and dryingYang dimaksud dengan alternate wetting and drying adalah pengaruh penyerapan dan pengeringan dengan beberapa jenis dari pelapukan fisika. Kita telah mengetahui bersama bahwasannya pelapukan fisika terdiri dari lima jenis. Dan apabila kita perhatikan bahwa jenis dari pelapukan fisika ini mempunyai banyak kemiripan dengan penyebab terjadinya pelapukan fisika itu beberapa informasi mengenai pelapukan fisika. Pelapukan fisika ini merupakan jenis pelapukan yang berbeda dengan jenis pelapukan yang lainnya. Meski sama- sama pelapukan yang terjadi pada batuan, namun penyebab masing- masing pelapukan berbeda- beda.

Pelapukankimia adalah pelapukan yang disebabkan oleh. Contohnya. . Question from @fahminorhafidz81 - Biologi

11/12/2021 by Elaina Pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah? akar tumbuhan menembus batu, sehingga batu terbelah serasah daun dimakan dan dihancurkan oleh luing batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim terbentuknya stalaktit di gua kapur Semua jawaban benar Jawaban C. batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. Dilansir dari Ensiklopedia, pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah batu digurun terbelah akibat cuaca ekstrim. Baca JugaCara-cara yang ditempuh agar tujuan tercapai merupakan bagian dari struktur prosedur yang disebut?Pokok pikiran ketiga dari pembukaan UUD 1945 yaitu Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas?AllahuAkbar adalah bacaan?Penduduk dusun A berjumlah orang. Setiap tahun penduduk dusun itu bertambah 3000 orang. Penduduk dusun B berjumlah orang dan setiap tahunnya berkurang orang . Berapa tahun lagi kedua dusun itu mempunyai jumlah penduduk yang sama?Contohkegiatan gotong royong yang dilandasi semangat kerja sama misalnya manunggal sakato di daerah? Leave a Comment CommentName Email Website Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
Perubahanberikut yang termasuk perubahan fisis adalah. Pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis adalah Pelapukan yang bersifat merombak batuan tanpa ada perubahan kimia paada mineral-mineral penyusunnya. Penghancuran batuan ini bisa disebabkan oleh akibat pemuaian pembekuan air perubahan suhu tiba-tiba atau perbedaan suhu yang

- Pelapukan adalah proses penghancuran atau perubahan batuan atau sedimen pada permukaan Bumi. Pelapukan dibedakan menjadi tiga berdasarkan faktor penyebabnya, yakni pelapukan biologi, pelapukan fisika, dan pelapukan dipicu oleh faktor yang berbeda, pelapukan diawali dengan batu yang berubah menjadi butiran batu kemudian menjadi lebih kecil lagi hingga terbentuk gumpalan tanah. Pelapukan biologi Dilansir dari Sciencing, pelapukan biologis adalah pelapukan adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme hewan, tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme seperti bakteri. Pelapukan biologis dapat bekerja sama dengan pelapukan fisika dengan melemahkan batuan atau memaparkannya pada kekuatan pelapukan fisika atau kimia. Baca juga Sifat Fisika Tanah, dari Tekstur hingga Warna TanahPenyebab pelapukan biologi Pelapukan biologi disebabkan oleh aktivitas organisme dan mikroorganisme seperti hewan, tumbuhan, manusia, dan lumut. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab pelapukan biologi 1. Aktivitas hewan Hewan dapat berkontribusi pada pelapukan. Misalnya, hewan dapat berjalan di atas batu, merusaknya, atau mengikis permukaan batu. Hewan penggali seperti luak dapat memecah batu di bawah tanah atau membawanya ke permukaan sehingga batu tersebut terkena kekuatan pelapukan lainnya. Beberapa hewan langsung menggali ke dalam batu. Cangkang piddock adalah moluska, berkerabat dekat dengan kerang, yang menggunakan cangkangnya untuk membuat lubang di batu sebagai tempat tinggal. 2. Aktivitas manusia Aktivitas manusia juga dapat menyebabkan terjadinya pelapukan biologis. Baca juga Apa Itu Mudflow dan Perbedaannya dengan Tanah Longsor

Dilansirdari Encyclopedia Britannica, pelapukan yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur termasuk pelapukan biologi. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Nama planet pada gambar berikut adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Pelapukan? Mungkin anda pernah mendengar kata Pelapukan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, faktor, jenis, penyebab, bentuk, dampak, cara dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Pelapukan Pelapukan ialah proses pemusnahan batuan dari bentuk bongkahan menjadi granula yang sangat kecil. Pelapukan tersebut terbentuk melewati proses pelicinan batuan oleh daya eksogen. Di kawasan iklim tropis, air dan suhu yang sangat berpengaruh efek dari proses pelapukan batuan. Batuan yang mendapati pelapukan akan berganti berupa tanah, ketika tanah tersebut tidak bergabung dengan mineral lainnya maka tanah tersebut ialah tanah mineral. Berikut ini adalah beberapa pengertian pelapukan menurut para ahli yaitu Pelapukan adalah proses penyesuaian kimia, mineral dan sifat fisik batuan terhadap kondisi Iingkungan di sekitamya. Faktor-Faktor Pelapukan Berikut ini terdapat 3 faktor terjadinya pelapukan, yakni sebagai berikut Pelapukan Fisika Pelapukan fisika ialah proses pemusnahan batuan secara fisis tanpa mendapati transformasi susunan batuan. Pelapukan fisika dapat diakibatkan oleh pengembangan, penyusunan air dalam pori-pori batuan, transformasi temperatur secara serempak dan perbandingan siang dan malam yang besar. Pelapukan Biologi Pelapukan biologi ialah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup misalnya aktivitas manusia, tumbuhan, hewan, jamur serta bakteri. Pelapukan Kimia Pelapukan kimia ialah pelapukan batuan yang mengakibatkan komposusunan sisi batuan dan bentuk batuan berganti. Akibat pelapukan kimia ialah karena terdapatnya proses kimia dengan mineral batuan dan air maupun humiditas udara. Jenis-Jenis Pelapukan Berikut ini adalah beberapa jenis pelapukan yaitu 1. Pelapukan Mekanik Rusaknya batuan karena faktor panas dan dingin. Proses panas dan dingin setiap hari menyebabkan batuan retak dan pecah-pecah. Selain itu, air yang mengalir, angin yang bertiup dan ombak yang menghantam karang juga berakibat pada pecahnya batu-batuan menjadi klastika-klastika berukuran besar sampai yang kecil. Contohnya, bongkah, kerakal, krikil, pasir, debu, dan lempung. 2. Pelapukan Kimia Rusaknya batu-batuan akbiat reaksi kimia. Contohnya, air hujan karena mengandung CO2 dapat melarutkan batuan gamping. 3. Pelapukan Organik Rusaknya batu-batuan akbiat aktivitas makhluk hidup. Aktivitas makhluk hidup ini ada yang bersifat mekanik dan kimiawi. Aktivitas mekanik menimbulkan pelapukan biomekanik. Contohnya, manusia memecah batu, mengolah tanah, menggali lubang tambang, pijakan kaki hewan-hewan besar menimbulkan lubang hingga tanah longsor, dan desakan akar dapat memecah batuan atau tembok. Penyebab Terjadinya Pelapukan Mekanik Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu Adanya perbedaan temperatur yang tinggi Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun, di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak. Adapun pembekuan air di dalam batuan Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu-batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat. Berubahnya air garam menjadi kristal Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai. Bentuk-Bentuk Pelapukan Berikut ini adalah gejala atau Bentuk-Bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya 1. Dolina Dolina adalah lubang yang berbentuk corong yang terjadi karena erosi pelarutan atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu. 2. Gua dan sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan. Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah. 3. Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah. Dampak Pelapukan Dampak yang ditimbulkan oleh pelapukan adalah sebagai berikut Dampak Positif Aktivitas pelapukan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang indah dan menjadi objek wisata, contohnya Grand Canyon di Amerika Serikat. Pelapukan di daerah kapur dapat membentuk gua-gua yang mempunyai stalaktit dan stalagmit yang dapat menjadi tujuan wisata, contoh Goa Maharani di Lamongan, Goa Jatijajar dan Goa Petruk di Kebumen. Dampak Negatif Sebagai tenaga destruktif, pelapukan dapat merusak batu-batuan termasuk bangunan-bangunan, terutama pada bagian dinding-dindingnya sehingga sangat merugikan manusia. Pelapukan juga dapat merusak batu-batu candi sehingga sangat merugikan manusia. Cara Mengatasi Pelapukan Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi pelapukan yaitu 1. Pelapukan pada Kayu Cara mencegah atau memperlambat pelapukan kayu sebagai berikut. Kayu dikeringkan dengan alat khusus dioven untuk menurunkan kadar air. Kayu dilapisi cat atau pernis untuk mengurangi penyerapan air. Kayu ditempatkan di ruangan yang tidak lembab. Kayu diberi zat anti rayap. Pelapukan pada Batuan Jika kalian mempunyai patung atau benda-benda yang terbuat dari batu maka hendaknya jangan menaruh patung tersebut di alam terbuka. Karena panas matahari dan cuaca yang berubah-ubah akan mengakibatkan benda Anda yang terbuat dari batu tersebut akan cepat lapuk dan pecah. Pelapukan juga akan menyebabkan perpecahan pada candi yang diakibatkan oleh lumut serta unsur-unsur alam lainnya. Untuk itu maka membersihkan lumut yang ada pada dinding-dinding candi akan membantu memperlambat pelapukan serta dapat mempertahankan keindahan candi tersebut. Contoh Pelapukan Berikut ini terdapat 3 contoh pelapukan dari fisika, biologi serta kimia, yakni sebagai berikut 1. Contoh Pelapukan Fisika Terdapat beberapa contoh dari pelapukan fisika, antara lain Pada siang hari sebentuk batu mendapati pengembangan karena efek panas matahari dan malam harinya akan menyusut karena efek udara yang dingin. Hancurnya batuan gurun efek dari transformasi iklim harian secara berlebihan. Penghabluran air garam pada batuan di ekosistem pesisir. Terjadi longsor batuan di kawasan topografi yang terjal. 2. Contoh Pelapukan Biologi Terdapat beberapa contoh dari pelapukan biologi, antara lain Lumut yang bertunas di bidang batuan menguatkan batuan transformasi degradasi. Melempemnya bidang batuan efek dari proses peresapan akar dan tingginya pH di sekeliling bidang batuan tersebut efek dari ekskresi sisa metabolisme lumut untuk membuat bidang batuan transformasi korosi. Penerobosan akar tumbuhan ke dalam ruang batuan untuk mengapit batuan sehingga batuan transformasi keretakan. 3. Contoh Pelapukan Kimia Terdapat beberapa contoh dari pelapukan kimia antara lain Proses penghancuran batuan kapur gamping efek dari bidsan dengan air. Hidrolisis air hujan mengakibatkan naiknya fase keasaman di sekeliling batuan. Ion H+ menguatkan terbentuknya korosi batuan. Oksidasi batuan yang kaya mineral besi menguatkan hubungan mineral di bidang batuan berupa layuh dan terungkai. Demikian Penjelasan Materi Tentang Pelapukan Adalah Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Faktor, Jenis, Penyebab, Bentuk, Dampak, Cara dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.
pGjFafr.
  • 6znbmak3dw.pages.dev/53
  • 6znbmak3dw.pages.dev/789
  • 6znbmak3dw.pages.dev/965
  • 6znbmak3dw.pages.dev/737
  • 6znbmak3dw.pages.dev/815
  • 6znbmak3dw.pages.dev/980
  • 6znbmak3dw.pages.dev/240
  • 6znbmak3dw.pages.dev/837
  • pelapukan berikut yang disebabkan oleh faktor fisis adalah